Jumat, 30 Maret 2012

 Kontemplatif berasal dari Bahasa Latin (contemplore) berarti merenung dan memandang. Kontemplatif merupakan cara hidup yang mengutamakan kehidupan penuh ketenangan, bermati raga, dan bertapa, sehingga dapat berdoa dan bersemadi dengan lebih mudah. Ordo atau kongregasi dalam Gereja Katolik Roma yang mengutamakan segi kehidupan religius semacam ini disebut ordo atau kongregasi kontemplatif. Sementara dalam Gereja Katolik Roma ada ordo atau kongregasi yang menekankan hidup aktif.

Keindahan dapat digolongkan menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.
       Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
       Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
       Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
       Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

Selasa, 27 Maret 2012

Bandung, 22-24 maret 2012

Kota bandung merupakan kota pertama saya melakukan praktek industri di luar kota,,
indah,,
saya bertemu banyak teman-teman cerdas dan ga asal kritis..
saya juga bertemu teman-teman SMA saya..
Rollingstone sedikit menjembatani saya untuk lepas dari hiruk pikuk Jakarta,,sejenak menikmati perjalanan yang saya lalui tanpa terlelap..kilauan pemantul lampu kendaraan dijalan tol seakan bercerita tentang hal-hal unik di Jakarta,,
indahnya hidup ini,,semua hal yang menjadi rutinitas pun tiba-tiba menjadi langkah yang penuh arti, dan segala sesuatu menjadi lebih ringan untuk dijalani...
tak pernah saya berusaha mengurungkan niat saya untuk tinggal di kota itu untuk beberapa waktu,,
inspiring!
inspiring!
dan
Inspiring!
itulah Bandung..
makan di Madtari
membeli Rokok di Warung Internasional
Baca-baca buku bagus di Gramedia Dago
naik tutun angkot dan taksi berkali-kali
bertemu dengan Gitaris Rosemary dan keluarganya
bertemu Lisa
maen di Universitas Parahyangan..
dan banyak hal lain yang masih terngiang..

saya juga sempat menonton film Agama, " Negeri 5 Menara" judulnya,,
unik,,karena saya dan ketiga teman saya salah kostum, semua layaknya Rocker dan anak brandalan,,padahal yang ditonton adalah film pendidikan Islam..
namun sangat menarik disitu saya teringat masa SMA yang membimbing saya dengan ilmu Agama..
sejenak saya mengenang hal itu, hal yang tidak lagi saya dapatkan,,
teman-teman sekarang berbeda jauh dengan teman SMA saya yang dulu...

Kamis-sabtu pun berlalu
Hari minggu saya sudah bekerja seperti biasa, tanggal 25 maret 2012
Senin menonton dan berdiskusi tengtang film Pasolini, "Elang dan Burung Gereja" di Forum lenteng.
Selasa saya kekampus dan ke Perpus Pusat UI.
Besok hari ini lanjut bekerja,,,

goodby Bandung!!! manismu ga bisa hilang,,


Minggu, 11 Maret 2012

Dua Hari di Mal Kelapa Gading

Karya Pertama di Mall Kelapa Gading
 Minggu Ketiga menjadi Karikaturis, Membuat Saya Semakin Menikmati Teknis, meski tidak setiap hari tapi lumayanlah..Saya bisa banyak bertemu berbagai macam Orang-orang yang saya lukis, Semuanya Unik dan semuanya indah.. Selalu ada cerita ketika saya menggambar,, semuanya terekam di memori saya dan sangat mengesankan bisa melakukan hal ini.
Saya Harap rasa Bahagia ini selalu ada menyertai kita semua seperti apa yang saya rasakan..
Bertemu orang-orang yang mengesankan dan lainya
:D.
-Agi Achmad Gozali-

 
Bocah SMP


Olive
Temennya Bocah SMP
Kayanya orang ini Homo
Bapak2 Narsis
Anaknya Bapak2 Narsis
SPG, awal Job Hari ke2
Bapak2 Kaya
Narsis Gila Pengen kaya Ade Ray
Pengusaha Kaya
Lyly cantik
Temennya Lyly
Senyuman Jantan
Senyuman Betina
Warga Papua Non Item 1
Warga papua Non item 2
Warga Papua Non Item 3

Menarik sekali ketika kita berjumpa dengan orang dan berdampak Positif :D.

Selasa, 06 Maret 2012

Efek Kesepian pada Kesehatan

Merokok adalah salah satu kebiasaan saat kesepian

Kali ini saya aka membahas masalah kesepian, bukan karena "galau" tetapi ini masalah yang sangat kompleks bukan hanya bagi saya namun mungkin bagi semua orang, Kesepian adalah suatu rasa dimana kita membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu, entah itu berdiskusi, bekerjasama, belajar, dan kegiatan komunikasi lainnya.

Bagi saya Kesepian adalah, kesempatan untuk berintrospeksi sejenak, itu setelah saya membaca sebuah artikel pendek dikoran tadi pagi, dansaya mempraktekkannya tadi siang..
Berkaitan dengan Kesepian, ternyata kesepian sangat berkaitan dengan kesehatan kita, Kesepian dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Kesepian menyebabkan berbagai efek negatif di dalam tubuh manusia. Untungnya, dengan melakukan aktifitas dan kontak sosial, beberapa efek buruk tersebut dapat dihilangkan.

John Cacioppo, psikolog dari Universitas Chicago yang mempelajari efek kesepian, mempresentasikan penelitian terbarunya dalam pertemuan Social Psychology and Perception di San Diego. Cacioppo menemukan bahwa kesepian terkait dengan pengerasan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, bahkan gangguan belajar dan mengingat.

"Bahkan, lalat buah yang terisolasi memiliki kondisi kesehatan yang buruk dan lebih cepat mati dibandingkan lalat buah yang berinteraksi dengan lalat lain. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan sosial mungkin telah terprogram dalam semua spesies," kata Cacioppo seperti dilansir LiveScience, Senin (5/3/2012).

Dalam sebuah penelitian, Cacioppo dan Steve Cole dari UCLA meneliti bagaimana sistem kekebalan tubuh berubah dari waktu ke waktu pada orang yang terisolasi secara sosial. Mereka mengamati perubahan gen yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh orang yang kesepian. Gen pada individu-individu kesepian ternyata banyak terlibat dalam aktivasi sistem imun dan peradangan.

Beberapa gen penting dalam tubuh juga tidak aktif pada orang yang kesepian, misalnya gen-gen yang penting dalam merespon antivirus dan memproduksi antibodi. Intinya, tubuh orang yang kesepian telah membiarkan pertahanan tubuhnya melemah dari serangan virus dan penyakit lainnya.

Sistem kekebalan tubuh harus membuat keputusan antara memerangi ancaman virus dan melindungi tubuh dari serangan bakteri karena memiliki kemampuan bertempur. Pada orang kesepian yang melihat dunia sebagai tempat yang mengancam, sistem kekebalan tubuh lebih memilih untuk fokus pada bakteri daripada ancaman virus.

Tanpa perlindungan antivirus dan antibodi, kemampuan tubuh untuk melawan kanker dan penyakit lainnya juga akan berkurang. Orang yang terisolasi secara sosial lebih tinggi kemungkinannya menderita berbagai penyakit penyebab kematian, kanker, infeksi dan penyakit jantung.

Kesepian juga meningkatkan kadar hormon stres kortisol, juga sirkulasi dan tekanan darah. Suatu penelitian menunjukkan bahwa isolasi sosial dapat mendorong tekanan darah ke dalam zona bahaya serangan jantung dan stroke. Kondisi ini melemahkan pengaturan sistem peredaran darah sehingga otot jantung bekerja lebih keras dan pembuluh darah mengalami kerusakan akibat tekanan aliran darah.

Kesepian juga dapat merusak kualitas tidur, sehingga tidur menjadi kurang terasa menyegarkan, baik fisik maupun psikologis. Orang yang terisolasi secara sosial lebih sering terjaga di malam hari dan lebih sedikit memiliki jam tidur yang benar-benar berkualitas.

Siklus yang diciptakan oleh kondisi kesepian bisa menjadi spiral. Penelitian lain yang dilakukan oleh Cacioppo menemukan bahwa orang kesepian cenderung menilai interaksi sosialnya lebih negatif dan memiliki kesan buruk pada orang yang telah ditemui.

"Sama seperti ancaman fisik, kesepian melindungi tubuh secara sosial. Hal ini memungkinkan kita tahu kapankah hubungan sosial mulai merenggang, dan menyebabkan otak terus waspada terhadap ancaman sosial. Menjadi kesepian dapat menghasilkan perilaku negatif, orang yang sangat kesepian melihat orang lain sebagai ancaman dan memungkinkannya jatuh lebih dalam ke dalam kesepian," kata Cacioppo.

Kesepian tak hanya membuat orang merasa tidak bahagia, tetapi juga membuat orang menjadi merasa tidak aman secara mental dan fisik. Kesepian sering dialami oleh orang yang merasa ditinggalkan untuk beberapa waktu, baik karena pindah ke kota lain atau memulai sekolah atau kuliah di tempat yang baru.

Biasanya, rasa kesepian mereda dengan sendirinya dalam waktu enam bulan. Untuk mengobati orang yang merasa terisolasi secara kronis, diperlukan terapi psikologis. Cacioppo dan rekannya menemukan dua cara terbaik untuk mengobati kesepian, yaitu memberikan pelatihan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk melihat dunia dalam cara yang lebih positif dan melakukan aktifitas bersama-sama.

Saya biasa menghabiskan waktu bersama teman-teman BEGOENDAL dan takjarang dengan temen-temen dari komunitas lain,,itu adalah sebuah semangat bagi saya,,ditengah kekurangan saya akan hubungan dari keluarga, tetapi saya masih punya teman-teman untuk mengisi waktu kesepian saya sekaligus bertukar pikiran, hehe JAH blesh Us!!

Kamis, 01 Maret 2012

Basket

Hari ini kalah melawan sipil,,but Uye,,besok-besok gw ga bisa lagi mw cari uang dulu,,:D sukses mother fucker!!!!